Mr. Bams dalam ICANN87 Bali

Melihat keterlibatan Mr. Bams dalam ICANN87 yang diselenggarakan di Bali pada 17–22 Oktober 2026, keterhubungannya dengan peran beliau sebagai guru Informatika dan pegiat literasi terasa sangat selaras dan strategis.
Berikut beberapa poin pengamatan utama mengenai hubungan tersebut:
1. Real-World Learning dan Tata Kelola Internet Global
Dunia Nyata Masuk ke Ruang Kelas: Sebagai pendidik Informatika di SMP Taruna Bakti, kehadiran Mr. Bams di forum tata kelola internet tingkat dunia seperti ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) memberikan perspektif nyata yang berharga.
Pembahasan teknis seperti Domain Name System (DNS), alokasi IP address, serta keamanan infrastruktur internet global tidak hanya berhenti sebagai teori di buku teks, tetapi dibawa langsung dari arena diskusi tingkat internasional ke dalam ruang kelas.
2. Sintesis Antara Teknologi, Literasi, dan Budaya
"Indahnya TERkoneksi, Nikmati untuk Eksplorasi Terbaik": Melalui karya dan dokumentasi kreatifnya di ICANN87, Mr. Bams memperlihatkan bahwa konektivitas internet bukan sekadar masalah infrastruktur teknis, melainkan tentang bagaimana manusia memanfaatkan jaringan tersebut untuk eksplorasi diri, literasi, dan kolaborasi positif.
Integrasi Program Literasi: Hal ini sejalan dengan komitmen beliau dalam membangun budaya literasi digital (seperti melalui program POLITERA dan platform penamrbams.id), di mana internet diposisikan sebagai ruang belajar yang aman, inklusif, dan produktif.
3. Teladan Pembelajar Sepanjang Hayat (Lifelong Learner)
- Seorang guru yang terus aktif hadir di konferensi tingkat global secara langsung memberi contoh (modelling) kepada para siswa dan rekan sejawat bahwa seorang pendidik harus terus memperbarui wawasan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Kesimpulan: Kehadiran Mr. Bams di ICANN87 merupakan jembatan yang menghubungkan antara tata kelola internet global dengan pembelajaran Informatika di tingkat dasar/menengah, membuktikan bahwa literasi digital dan penguasaan teknologi harus berakar pada pemanfaatan yang bijak dan beretika.
Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.