Universal Acceptance and Email Address Internationalization
Cong Duy Dang (ICANN NextGen Delegate / Duy Tan University, Vietnam). Pembicara ke-3 dalam kegiatan ICANN87 Bali di Ruang Jakarta A pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2026.

Dokumen ini membahas pentingnya Penerimaan Universal (Universal Acceptance / UA) dan Internasionalisasi Alamat Email (Email Address Internationalization / EAI) untuk menciptakan internet yang multibahasa dan inklusif bagi seluruh pengguna global.
Realitas Pengecualian Digital (Digital Exclusion)
Lebih dari 5 miliar orang menggunakan bahasa dengan skrip non-Latin atau non-ASCII (seperti karakter beraksara lokal).
Kendala utamanya adalah sistem lama, aturan validasi yang membatasi, dan formulir berbasis ASCII yang sering memunculkan pesan kesalahan "Invalid Email Format" bagi alamat email lokal.
Dampak nyatanya mencakup hambatan akses terhadap layanan esensial seperti perbankan, pemerintahan elektronik (e-Gov), dan verifikasi identitas (e-KYC).
Fondasi Teknis: Prinsip UA & Stack EAI
Arsitektur EAI: Standar IETF (RFC 6530–6533) dan SMTPUTF8 (RFC 6531) memungkinkan bagian nama lokal maupun domain menggunakan karakter Unicode (UTF-8), contohnya: nguyễn@việtnam.vn.
Kesiapan Menyeluruh: Proses UA mencakup penerimaan (accept), validasi (validate tanpa batasan regex ASCII), penyimpanan (store UTF-8), pemrosesan (process API yang aman), hingga tampilan (display skrip asli dengan bersih).
Peningkatan Protokol (WHOIS ke RDAP): Migrasi dari WHOIS lama ke Registration Data Access Protocol (RDAP) yang berbasis JSON dan mendukung UTF-8 secara native untuk data registrasi domain internasional (IDN).
Kebijakan, Tata Kelola, dan Kolaborasi Global
Penyelarasan antara ICANN dan UNESCO (dalam konteks Dekade Internasional Bahasa-Bahasa Masyarakat Adat) untuk melindungi identitas linguistik dan budaya di ruang digital.
Pemanfaatan pengadaan publik (public procurement) dan mandat persyaratan siap-UA dalam dokumen tender (RFP) guna mendorong akuntabilitas vendor perangkat lunak.
Aksi Regional & Peran Vietnam (UA Day 2025)
Hanoi, Vietnam menjadi tuan rumah peluncuran UA Day 2025 (8 Mei 2025) bekerja sama dengan ICANN, UNESCO, UASG, dan pemangku kepentingan lokal.
Mendorong transformasi digital nasional, perbaikan sistem perusahaan lokal (seperti FPT, Viettel, VNG), serta integrasi lintas batas skrip Asia Tenggara (Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam).
Kepemimpinan Pemuda (NextGen)
- Mendorong integrasi modul UA, EAI, dan IDN ke dalam kurikulum ilmu komputer, serta mengadakan hackathon sumber terbuka untuk memperbarui pustaka validasi (validation libraries).
Kesimpulan
Bukan Sekadar Perbaikan Protokol: Penerimaan Universal (Universal Acceptance) bukan sekadar solusi teknis untuk protokol jaringan, melainkan wujud nyata dari keadilan digital (digital equity) agar setiap pengguna dapat mengakses internet menggunakan bahasa dan identitas asli mereka.
Pendekatan Holistik: Keberhasilan infrastruktur multibahasa ini membutuhkan keterpaduan dari tiga pilar utama, yaitu Standar Teknis (EAI, RDAP, UTF-8), Kebijakan Publik (Kolaborasi ICANN-UNESCO dan pengadaan perangkat lunak), serta Aksi Nyata Regional (penerapan di tingkat enterprise, edukasi pemuda, dan integrasi lintas negara)