Ceritaku24 Oktober 2026

Mendarat di I Gusti Ngurah Rai dengan Berdebar-debar

Hiruk pikuk di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sangat terasa sekali suasana internasionalnya. Melihat orang-orang luar negeri yang lalu lalang, membuat jelas bahwa Bali punya pesona bagi wisatawan asing.

5 views· 1 tanggapan
Mendarat di I Gusti Ngurah Rai dengan Berdebar-debar

Berangkat ke Bali dengan menggunakan pesawat terbang merupakan pengalaman pertama kalinya bagi Mr. Bams. Keberangkatan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung itu pun merupakan pengalaman pertama. Bandara Husein dibuka kembali 14 Agustus 2026, setelah ditutup untuk penerbangan komersial dari Oktober 2023 sampai Agustus 2026. Diantar bersama isteri dan anak tercinta, menjadi penyemangat untuk menikmati even internasional pertama kalinya di bidang internet. Tidak mudah untuk mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan ICANN87 Bali. Kegiatan yang akan menjadi pertemuan komunitas yang mengelola internet khusus tentangan nama dan angka yang berhubungan dengan domain sedunia. Ini nyambung bangets dengan pelajaran informatika.

Menggunakan pesawat Super Jet Air saat mau mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami kegagalan, sehingga harus terbang kembali selama 20 menit. Alhamdulillah akhirnya bisa mendarat dengan baik. Kebayang saat pesawat naik lagi ke atas, pastinya ada perasaan berdebar-debar. Pikiran ini sudah membayangkan kembali bagaimana pramugari menjelaskan cara penggunaan pelampung yang disediakan ditempat duduk. Bagaimana menggunakan kantung oksigen yang disiapkan untuk setiap penumpang. Berdoa didalam hati pastinya dilakukan oleh sebagian besar penumpang saat itu.

Hiruk pikuk di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sangat terasa sekali suasana internasionalnya. Melihat orang-orang luar negeri yang lalu lalang, membuat jelas bahwa Bali punya pesona bagi wisatawan asing.

Saat mengambil koper, alhamdulillah ternyata ada salah satu peserta yang satu pesawat kemudian mengirimkan pesan bahwa dia pun sedang meunggu kopernya. Kami pun bertemu, berkenalan, bahkan saling menitipkan kopernya karena sudah ngak kuat ingin ke toilet. Namanya Bang Ronaldi dari Medang. Abang yang satu ini salah satu trainernya PANDI, sudah banyak pengalaman membantu PANDI dalam beberapa pelatihan.

Kami pun sepakat untuk mencari kendaraan menuju Hotel Tijili tempat kami menginap selama kegiatan. Sebelum mencari kendaraan kami menyempatkan berfoto terlebih dahulu di depan tulsisan BALI, sebagai pertanda bahwa kami pernah mendarat di pulau Dewata ini. (Mr.Bams - 261025)

#TulisanMrBams

Tanggapan (1)

H
Hery
Pembaca · 4 jam lalu
Tidak semua orang punya kesempatan ke Bali

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.