Ceritaku21 Oktober 2026

Building a Secure and Trusted DNS: Addressing DNS Abuse and Advancing DNSSEC

Anuja Gyawali (ICANN87 NextGen, 2026 - Nepal). Pembicara ke-6 dalam kegiatan ICANN87 Bali di Ruang Jakarta A pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2026.

1 views· 0 tanggapan
Building a Secure and Trusted DNS: Addressing DNS Abuse and Advancing DNSSEC
  1. Studi Kasus Kerentanan Pengguna (Kisah Sita)

    • Presentasi dibuka dengan ilustrasi kasus seorang pengguna bernama Sita yang menerima email penawaran kerja palsu melalui tautan domain tiruan (look-alike domain) dan akhirnya mengalami kerugian finansial.

    • Ilustrasi ini memperlihatkan bagaimana sistem internet dapat dieksploitasi karena jawaban DNS biasa tidak memiliki tanda tangan digital, sehingga resolver tidak dapat membedakan antara domain asli dan domain palsu.

  2. Dua Titik Kerentanan Utama pada DNS

    • Titik Kerentanan #1 (Penyalahgunaan DNS / DNS Abuse): Domain itu sendiri dijadikan senjata melalui praktik peniruan identitas (impersonation) seperti penggunaan domain tiruan (fabrikam.com asli vs fabrikarn.com palsu) untuk melancarkan serangan phishing.

    • Titik Kerentanan #2 (Ketidakmampuan DNS Membuktikan Keaslian): Jawaban dari DNS standar tidak dapat membuktikan keasliannya karena kurangnya tanda tangan digital, yang dapat diatasi melalui penerapan DNSSEC untuk memvalidasi seluruh rantai kepercayaan dari Root zone, zona TLD, hingga domain terkait.

  3. Peran ICANN dan Batasannya

    • Sejak April 2024, aturan kontrak ICANN mewajibkan registrar dan registri gTLD untuk menindak lanjuti laporan penyalahgunaan DNS yang memiliki bukti kuat. Dalam 6 bulan pertama penegakannya, lebih dari 2.700 domain ditangguhkan dan 350+ situs phishing diturunkan.

    • Platform data penyalahgunaan seperti Domain Metrica juga telah dibuka untuk operator ccTLD sejak September 2025.

    • Batasan ccTLD: ccTLD (seperti .np untuk Nepal yang dikelola oleh Mercantile Communications) berada di luar aturan kontrak wajib ICANN dan diatur oleh hukum serta kebijakan nasional masing-masing negara.

  4. Statistik Global dan Langkah Solusi di Nepal

    • Data APWG menunjukkan tren situs phishing unik global terus meningkat sekitar 19% dari Oktober 2025 hingga Maret 2026.

    • Dokumen mengusulkan empat langkah strategis (dua untuk memperbaiki sumber, dua untuk melindungi pengguna):

      • Perbaikan di Sumber: Menerapkan penandatanganan DNSSEC pada domain .np dan meningkatkan akuntabilitas registrar (tugas penindakan serta koordinasi dengan CERT dan Biro Siber).

      • Perindungan Pengguna: Melakukan pemfilteran DNS (misalnya menggunakan Quad9 di sekolah-sekolah) serta meningkatkan literasi digital generasi muda untuk mengenali domain tiruan.

Kesimpulan

Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.